KataKata Rindu Bahasa Toraja . Bahasa Bugis Vs Bahasa Toraja Part 1 Ada Terjemahan Kata Dalam Indonesia Inggris Youtube . Manasumoraka Salam Orang Toraja Bahasa Toraja . Pancasila Dalam Bahasa Toraja . Jual Sistem Morfologi Kata Kerja Bahasa Toraja Saqdan Di Lapak Buku Desa Seni Tmii Buku Desa Seni Tmii . 25 Best Memes About Zzz Zzz MemesKada to mina dalam penyambutan tamu keluarga dan kerabat pada upacara rambu solo SANGBUKU KADA LAKO TORAMPO MA’ ROMBONGAN Sepatah dua kata kepada rombongan kerabat dan tamu yang datang. Itulah maksud dari judul atau kata kata di atas dalam bahasa Toraja. Dalam tradisi suku Toraja pada upacara kematian atau yang kita kenal dengan istilah "Rambu Solo' ", sudah biasa jika sebelum penguburan dilaksanakan diadakan semacam penyambutan tamu keluarga dan kerabat yang datang baik itu yang berasal dari Toraja maupun yang diluar Toraja. Keluarga, kerabat atau tamu yang datang berombongan itu sebelum di jamu oleh tuan rumah atau yang punya acara mendaftar pada pos yang telah di siapkan sebelum memasuki atau di persilahkan masuk. Hal ini di maksudkan agar keluarga, kerabat atau tamu yang telah mendaftar akan di umumkan lewat seorang protokol tomina melalui mikropon sehingga keluarga yang mempunyai acara bisa mengetahui siapa siapa saja kerabat, tamu atau keluarga yang datang sehingga mereka atau keluarga yang berduka telah mempersiapkan tempat untuk menjamu para tamu, kerabat atau keluarga yang datang baik itu yang datang dari Toraja sendiri maupun dari luar Toraja. Setelah mendaftar dan di Persilahkan Masuk Ke pelataran duka, biasanya keluarga, kerabat dan tamu di sambut dan di antar oleh keluarga yang memakai pakaian adat menuju tempat yang telah di persiapkan. Sambil berjalan masuk biasanya di selingi tarian penyambutan dan tak asing adalah kata kata dari protokol yang kita dengar menggunakan bahasa Toraja atau kata kada tominaa. Penulis akan memberikan contoh penyambutan keluarga, kerabat atau tamu rombongan yang datang sebagai berikut Tabe’ kipadolo lamban lako olo mala’bi’ ta te to rampo tama tarampak madu’sen. Siman kipamata kalambanan lako tingayo madatunta te mintu’ to sumurruk tama te pessulunan makarorrong. Dikua .................. Rampo inde taruk bulaanna........ Dollokmo inde mai mimi’ kandaurena..................... Dollok dio mai.......... makassar, papua, palopo,dll padang nabala buntu mabela, tondok na alla’ lombok ma’ lako-lakoan. Moi raka anna mambela lalan taola, anna langka tondok taleanni, apa tang ta pomagasa lentek, tang tapomabanda’ pengteka. Anta rampo ungtongkonni allo leko’ na tinde dao nene’ sile’ to barra’ to sang tambun tauninna. Tumarassan siayoka tedong untingara sengo’ na papa. Postingan populer dari blog ini kada-kada tomina I Aluk Mellao Langi’ Sangka Turun Dibatara asal usul Aluk dari langit Nakua to mina kendekki’ langngan langi’ undaka Aluk. Na umbamo ia lakupolalan langngan ba’tangna langi’ na tae mo tu Eran diLangi’? apa nakua to di ponene’ Samanna mo eran di langi’ tu randan dipudukmu. Samanna mo enda’ di deata tu dara’ di lengko lilamu. Lindang langngan Puang Matua kumekutana lako indo’ na Masarrang kamu raka ampunna aluk kapoenanna bisara? Nakua pa’ kadananna tang aku ampunna aluk, lan ri tangngana langi’. Puang diMatua ampunna aluk. Kurampo lako Puang Matua Tumbai inde ba’tangna langi’ allona ina’te aluk sola pinanda bisara? Nakua Puang Matua Dipabendan Sauan sibarrung-suling siambara disanga Sauan Bulaan. Naditampa tu aluk. Pitu lise’ – pitu lamba’, pitu pulo, pitu ratu, pitu sa’bu. Disanga aluk ma’ riu-riu ma’ sa’ bu bunganna 7777. Lamo naanna dao ba’tangna langi’ allona ina’ to. Dikutanai duka nene’ kumua kamu tu diponene’ laku nii mekutana randan Kamuraka umpondokki tu Makna Dan Arti Ukiran Toraja Jika kalian pernah berkunjung ke daerah Tanah Toraja di Sulawesi Selatan, bukan hanya keindahan alam, adat istiadat yang masih kental di pertahankan, keramah-tamahan masyarakatnya. Tetapi keindahan seni arsitektur bangunannya yang unik dan yang membuatnya lebih unik lagi karena dindingnya dihiasi dengan berbagai macam ukiran. Ternyata ukiran-ukiran itu tidak hanya untuk memperindah bangunan saja, melainkan sudah merupakan keharusan bagi masyarakat toraja itu sendiri dan harus juga di sesuaikan dengan tingkat kedudukan dalam masyarakat, karena setiap ukiran memiliki makna dan arti yang terkandung dari setiap ukiran tersebut. Akan kita coba kupas satu persatu makna dan arti dari sebahagian ukiran toraja dari sekian banyak ukiran yang tidak semuanya dapat saya jelaskan PA’ AMBOLLONG Yaitu sejenis tumbuhan serupa talas biasanya tumbuh di sawah yang tanahnya gemuk. Ukiran lukisan ini terdapat pada ujung sangkinan rinding bingkai dinding sebelah bawah setur
Katakata sedih bahasa Jawa dan artinya, bikin hati lebih tenang. foto: Instagram/@kha31ris. Sedih itu bisa dirasakan oleh semua orang, termasuk kamu. Namun jangan terlalu meratapi kesedihan itu berlebihan. 21. "Kowe pancen pinter nggawe uwong sayang. Tapi, ngopo kowe kok malah ninggalke aku pas lagi sayang-sayange?"
Kamus Toradja - Indonesia bukan hanya sebatas kamus biasa bahkan bisa dikatakan sebagai Ensiklopedia Budaya Toraja karena memuat secara lengkap tentang seluk-beluk budaya Toraja di masa lalu. Namun masih banyak orang yang belum tahu bahwa ada Kamus Bahasa Toraja – Indonesia bahkan dikalangan orang Toraja sendiri. Bisa dipahami jika banyak orang belum tahu karena penerbitan kamus ini sudah lama, yaitu tahun 1972 dan dicetak dalam jumlah terbatas. Menurut informasi yang tertulis pada sampul Kamus Toradja – Indonesia yang kami miliki, kamus tersebut dibeli dengan harga Rp. pada tahun 1975. Dibeli oleh seorang guru yang gajinya waktu itu Rp. berarti harga kamus pada saat itu berkisar 77,8% dari gaji guru pada waktu itu. Jika dikonversi ke dalam nilai uang sekarang maka harganya 77,8% dari gaji guru sekarang bisa berkisar lebih dari Rp. 1 jutaan. Oleh karena itu bisa dipahami jika waktu itu jarang orang yang tertarik memilikinya karena termasuk benda mahal dan hanya terjual di kalangan terpelajar saat itu. Kamus Toraja - Indonesia disusun oleh J. Tammu dan Dr. H. van der Veen. Diterbitkan oleh Jajasan Perguruan Kristen Toradja di Rantepao. Dalam usaha penerbitannya dibantu oleh L. Pakan dari Lembaga Bahasa Nasional Dep. P. & K. Tjab Makassar bekerja sama dengan Lembaga Bahasa Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dicetak oleh Balai Pustaka – Djakarta pada tahun 1972. Spesifikasi buku Kamus Toradja – Indonesia terdiri dari 692 halaman dengan ukuran panjang= 21 cm, lebar= 15 cm, tebal= 4 cm. Cara penulisan sangat jelas dilengkapi penjelasan, contoh penggunaan kata dalam kalimat dan dilengkapi dengan nama kampung asal kata tersebut paling sering dituturkan. Usaha penyusunan Kamus Toradja – Indonesia yaitu Bahasa Toraja-Selatan dimulai sejak tahun 1926 oleh Dr. H. van der Veen dengan bantuan penuh dari Bapak J. Tammu yang merupakan penyusun kamus tersebut. Dr. H. van der Veen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda yang diutus oleh Nederlands Bijbelgenootschap untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Toraja – Selatan yaitu Bahasa Sa’dan, Mamasa dan Rongkong. Sebelum menyusun Kamus Toradja – Indonesia, Dr. H. van der Veen sudah bertahun-tahun lamanya berkecimpung dalam penelitian bahasa Toraja Toraja Selatan, Toraja Timur dan Toraja Barat. Selain menyusun kamus Toradja – Indonesia, Dr. H. van der Veen terlebih dahulu menyusun kamus Toradja – Belanda TAE’ Zuid – Toradjasch – Nederlandsch Woordenboek, yang diterbit pada tahun 1940. Dia meneliti bahasa Toraja di wilayah suku Toraja dan wilayah lain disekitarnya provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat selama kurang-lebih 39 tahun, yakni dari tahun 1916-1955. Dari sekian rumpun Bahasa Toraja, Bahasa Tae’ Toraja Selatan lebih luas penyebarannya dibanding bahasa Bahasa Bare’e Toraja Timur dan Bahasa Kulawi Toraja Barat. Bahasa Toraja Selatan mempunyai banyak perbendaharaan kata, peribahasa, pepatah, gurindam dan lain-lain unsur bahasa terdapat dalam kamus tersebut. Selain itu kamus tersebut terdapat kata-kata pendoa agama leluhur Toraja Aluk, misalnya susunan bahasa doa-doa, gelong-gelong, badong, dll. Menurut J. Tammu seperti yang di tulis dalam kata pengantarnya kamus tersebut telah sedia pada tahun 1935, oleh karena tekanan ekonomi pada masa itu maka penerbitan kamus tersebut belum dapat dilakukan akibat pecahnya Perang Dunia II. Pada tahun 1955 Dr. H. van der Veen pulang kenegerinya Belanda sebelumnya beliau menganjurkan itu kepada Prof. Drs. G. J. Wolhoff, Pemimpin Cabang Lembaga Bahasa dan Budaya Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Setelah beliau memeriksanya, dia berminat sekali dan mengajurkan supaya diterbitkan dan ejaannya diubah menjadi ejaan Soewandi yang berlaku pada saat itu. Pada tahun 1955, penerbitan kamus tersebut dilanjutkan oleh Panitia Penerbitan Kamus Toradja – Indonesia dengan bantuan pihak instansi Pemerintah dan tokoh-tokoh terkemuka di bidang sastra dan budaya. Setelah melalui masa dan perjuangan yang panjang yang dimulai pada tahun 1926, akhirnya pada tahun 1972 Kamus Toraja – Indonesia dapat diterbitkan.h7ZSyv.