Beranda/ Jawa Tengah / Semarang / Potret Megahnya Masjid Kapal Akpelni, Destinasi Wisata Baru di Semarang. Potret Megahnya Masjid Kapal Akpelni, Destinasi Wisata Baru di Semarang Oleh Adel Diposting pada 27 Juli 2022 7 Oktober 2019. Harga Tiket Masuk. HTM: Gratis Parkir Motor: Rp. 3.000 Parkir Mobil: Rp. 5.000.
› Nusantara›Sembahyang dan Pelesiran di... Masjid Safinatun Najah atau kerap disebut Masjid Kapal di Kelurahan Podorejo, Ngaliyan, Kota Semarang, jadi jujugan warga sembahyang, termasuk saat Ramadhan. Arsitektur kapal diilhami bahtera penyelamat Nabi Nuh. KOMPAS/KRISTI D UTAMISuasana di sekitar Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid yang berarsitektur unik itu didirikan karena pemiliknya terinspirasi dari kapal penyelamat milik Nabi Nuh. Sejak dibangun pada 2015, masjid itu ramai didatangi pengunjung dari sejumlah daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Ramadhan, umat Islam berbondong-bondong mendatangi masjid. Mereka memanjatkan doa agar diberi kekuatan dan kesehatan menjalankan puasa. Di Kota Semarang, Jawa Tengah, ada masjid serupa kapal yang bisa jadi pilihan tempat yang berembus sepoi di antara jendela-jendela bulat menyapu wajah Agus 47 yang sedang berbaring di selasar Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Warga Desa Donorejo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, itu baru saja menunaikan shalat Dzuhur di rumah ibadah yang terkenal dengan sebutan Masjid Kapal tersebut. Di sekitar Agus, puluhan orang juga membaringkan badan di ubin masjid yang adem. Sebagian orang duduk-duduk bersandar di dinding masjid sambil mengobrol atau sekadar melihat-lihat layar itu, Agus berniat melepas penat sebelum menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer untuk kembali ke rumahnya. Sabtu pagi, Agus berangkat menggunakan sepeda motor ke Podorejo bersama istri dan anak ketiganya. Mereka datang ke masjid berarsitektur menyerupai kapal itu untuk sembahyang, memohon kesehatan, dan kelancaran dalam menjalani ibadah D UTAMIPengunjung shalat di Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari banyak daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Selain untuk berwisata, pengunjung mendatangi masjid itu untuk sembahyang di masjid-masjid di luar kota sebelum menjalani ibadah puasa sudah seperti agenda wajib bagi keluarga Agus. Tahun lalu, misalnya, keluarga itu mendatangi Masjid Nahdlatul Bahri di Kabupaten Jepara. Arsitektur masjid itu juga disebutnya unik, mirip dengan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.”Berdoa memang bisa di mana saja, tetapi rasanya semakin senang kalau bisa beribadah di masjid yang bangunannya indah. Kebetulan, kebiasaan ini menular ke anak bungsu saya, jadi sekarang ini malah dia yang selalu mengajak jalan-jalan lihat masjid-masjid indah sebelum puasa,” kata Agus saat ditemui, melihat Masjid Safinatun Najah yang dibangun pada 2015 itu, Agus merasa terkesan. Masjid berbentuk kapal yang didirikan di lahan seluas meter persegi itu memiliki panjang 50 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 14 juga Menyambut Ramadhan di Mushala Tertua Kota TegalKOMPAS/KRISTI D UTAMIPengunjung melintas di dekat jendela yang berada di lantai tiga Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah lain, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Normalnya, masjid tersebut dikunjungi hingga orang dalam sehari. Selama pandemi, jumlah pengunjung turun menjadi 150-250 orang per bonus berfotoMasjid yang berdiri di tengah-tengah sawah dan hutan jati itu memiliki empat lantai. Lantai pertama biasanya digunakan untuk beristirahat atau tempat pertemuan, sedangkan lantai dua digunakan untuk shalat maupun pengajian. Lantai tiga masjid yang dicat warna coklat, krem, dan kuning itu digunakan untuk tempat belajar bahasa Inggris dan bahasa Arab. Adapun lantai empat digunakan untuk tempat foto atau melihat Podorejo dari cuaca cerah, pengunjung di lantai empat akan disambut pemandangan hamparan sawah dan hutan jati menghijau dengan atap langit biru. Tak heran jika lantai itu dipenuhi pengunjung yang akan memang bisa di mana saja, tetapi rasanya semakin senang kalau bisa beribadah di masjid yang bangunannya indah. Kebetulan, kebiasaan ini menular ke anak bungsu saya, jadi sekarang ini malah dia yang selalu mengajak jalan-jalan lihat masjid-masjid indah sebelum puasa. AgusAsih 40, warga Kecamatan Mijen, Kota Semarang, adalah salah satu pengunjung yang mengantre untuk berfoto. Ia sudah memegang referensi foto dari ketinggian dengan latar belakang sawah yang ia dapatkan dari sebuah unggahan di Instagram.”Rencananya mau foto seperti ini. Dari lama sudah pengin ke sini, tapi belum ada waktu. Karena hari ini libur kerja, jadi berangkat,” ujar Asih sambil menunjukkan sebuah foto di layar D UTAMIPengunjung berfoto di lantai empat Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pengunjung masjid itu berasal dari daerah-daerah lain, mulai dari Aceh hingga Kalimantan siang tersebut, Asih datang bersama lima temannya. Kedatangannya itu adalah yang kedua. Sekitar tujuh tahun lalu, Asih pertama kali berkunjung ke Masjid Kapal tersebut. Kala itu, bangunan masjid belum jadi, tetapi pengunjung sudah ramai.”Dulu hanya bisa foto-foto di depan masjid, belum boleh masuk karena belum selesai dibangun. Kanan dan kiri bangunan masih ada sisa-sisa materialnya. Kalau sekarang sudah bagus, rapi dan megah,” berwisata, Asih mengaku ingin menjajal makanan khas Podorejo, yakni tape ketan. Menurut cerita seorang temannya, tape ketan di desa tersebut D UTAMIDeretan pedagang terlihat dari lantai empat Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pengunjung masjid itu berasal dari banyak daerah, mulai dari Aceh hingga Kaimantan datang bersama keluarga atau rombongan kecil, ada juga pengunjung yang datang bersama rombongan besar. Sigit 35, warga Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, misalnya, datang bersama sekitar 50 orang lainnya.”Saya datang bersama para tetangga satu rukun warga RW. Ke sini naik dua bus ukuran tanggung,” ucap dan tetangganya sengaja datang beramai-ramai dalam rangka menyambut Ramadhan. Dua Ramadhan terakhir, Sigit dan para tetangganya tidak bisa berwisata karena pandemi Covid-19 mengganas. ”Sekarang, kasus Covid-19 mulai turun dan semuanya sudah divaksin, jadi aman,” D UTAMIPengunjung berfoto bersama di lantai satu Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari banyak daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Selain untuk berwisata, pengunjung mendatangi masjid itu untuk gencarnya vaksinasi dan penurunan kasus Covid-19, jumlah kunjungan ke Masjid Kapal meningkat. Sutar 67, takmir Masjid Kapal menuturkan, rata-rata kunjungan dua pekan terakhir mencapai 500 orang per hari. Jumlah itu meningkat dari kunjungan harian selama pandemi berkisar 150-200 orang per pertama kali dibuka pada 2015 hingga sebelum pandemi, rata-rata kunjungan di Masjid Kapal disebut Sutar mencapai orang per hari. Selama pandemi, Masjid Kapal dua kali menutup untuk kunjungan. Penutupan pertama dilakukan pada masa awal pandemi selama tujuh bulan. Adapun penutupan kedua dilakukan selama dua bulan pada awal 2022 saat Covid-19 varian Omicron ini, pengunjung yang masuk ke Masjid Kapal dikenai tarif tiket masuk Rp per orang. Sebagian uang itu disetorkan ke Dinas Pariwisata Kota Semarang dan sebagian lagi untuk membiayai operasional masjid, termasuk membayar gaji karyawan yang mengurus kunjungan D UTAMIWisatawan mengambil mukena sebelum shalat di Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Tiket masuk untuk satu pengunjung Rp kunjungan ditutup, pihak yayasan merumahkan tujuh karyawan yang biasanya mengurus wisata karena tidak mampu membayar gaji mereka. Gaji satu karyawan berkisar Rp 1,5 juta-Rp 2 juta, tergantung tugasnya,” tutur hanya berdampak kepada karyawan Masjid Kapal, penutupan kunjungan juga menyebabkan belasan pedagang di sekitar masjid kehilangan pendapatan. Sebelum pandemi, para pedagang yang rata-rata berjualan tape ketan, es serut, dan bakso itu bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp per hari. Saat sepi pengunjung, mereka paling banyak mendapatkan uang Rp per D UTAMIAnak-anak bermain di lantai tiga Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Selain untuk berwisata, pengunjung mendatangi masjid itu untuk masjid Adapun Masjid Safinatun Najah didirikan oleh seorang bernama Muhammad. Menurut Sutar, Muhammad berasal dari Arab Saudi, tetapi sudah lama tinggal di Kota Pekalongan. Ia memilih membangun masjid berbentuk kapal karena terinspirasi dari kisah Nabi Nuh dan bahtera penyelamatnya. Nama Safinatun Najah juga dipilih oleh Muhammad karena berarti kapal penyelamat.”Abah Muhammad yang dasarnya memang senang dengan kisah tentang kapal Nabi Nuh pernah jalan-jalan ke Afrika dan melihat sebuah masjid berbentuk kapal. Ia kemudian kepingin membangun masjid seperti itu,” ucap menyebut, masjid itu diarsiteki oleh seseorang bernama Slamet yang berasal dari Magelang. Ia merupakan kenalan dari D UTAMIJendela-jendela di Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, dibuka pada Sabtu 2/4/2022 untuk menjaga sirkulasi udara. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Normalnya, masjid tersebut dikunjungi hingga orang dalam sehari. Selama pandemi, jumlah pengunjung turun menjadi 150-250 orang per Muhammad mendirikan masjid itu tidak hanya untuk mewujudkan cita-citanya membangun masjid yang bentuknya menyerupai bahtera Nabi Nuh. Sama dengan arti Safinatun Najah, Muhammad ingin masjid itu bisa menyelamatkan masyarakat di sekitarnya.”Berkat keberadaan masjid itu, warga sekitar yang dulunya bekerja sebagai kuli bangunan dan petani bisa menjual makanan di sekitar masjid. Tanah-tanah di sekitar Desa Podo Rejo yang dulunya murah, sejak ada masjid itu menjadi semakin mahal,” kata arsitektur masjid itu membuat orang-orang penasaran kemudian datang. Pengunjung yang datang ke Masjid Kapal dari daerah-daerah di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, dan juga Jelang Ramadhan, Pesanan Kubah Masjid di Tegal MeningkatKOMPAS/KRISTI D UTAMIPengunjung keluar dari Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid yang berarsitektur unik itu didirikan karena pemiliknya terinspirasi dari kapal penyelamat milik Nabi Nuh. Sejak dibangun pada 2015, masjid itu ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul pesohor dan pejabat juga tak mau ketinggalan. Pesohor dan pejabat yang tercatat pernah datang ke Masjid Kapal, antara lain Luna Maya, Tukul Arwana, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, hingga Gubernur Jateng Ganjar masjid-masjid berarsitektur unik turut mendongkrak jumlah wisatawan yang datang di Kota Semarang. Selama Ramadhan, pemerintah setempat berencana memaksimalkan kujungan wisatawan, terutama di tempat-tempat wisata Tugas Kepala Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono menuturkan, berdasarkan aturan, kunjungan wisata saat ini masih dibatasi maksimal 75 persen dari kapasitas. Para pengelola tempat wisata juga diimbau menerapkan protokol kesehatan ketat untuk menekan risiko penularan sekitar yang dulunya bekerja sebagai kuli bangunan dan petani bisa menjual makanan di sekitar masjid. Tanah-tanah di sekitar Desa Podo Rejo yang dulunya murah, sejak ada masjid itu menjadi semakin mahal.”Kami juga meminta pengelola tempat wisata segera mengikuti sertifikasi cleanliness kebersihan, health kesehatan, safety keamanan, dan environment sustainability Kelestarian Lingkungan atau CHSE agar pengunjung merasa yakin untuk datang. Selain itu, pemindaian kode garis dengan aplikasi Peduli Lindungi juga perlu dimaksimalkan untuk mengetahui kondisi kesehatan pengunjung berikut status vaksinasinya,” ucap masjid-masjid unik seperti Masjid Kapal terbukti mampu mengundang umat Islam jauh-jauh datang dan bersembahyang. Kekhusyukan ibadah pun dilengkapi beramal dengan jajan di warung-warung juga Lima Masjid Kontemporer Unik di NusantaraKOMPAS/KRISTI D UTAMIPemandangan dari samping Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid yang berarsitektur unik itu didirikan karena pemiliknya terinspirasi dari kapal penyelamat milik Nabi Nuh. Sejak dibangun pada 2015, masjid itu ramai didatangi pengunjung dari banyak daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. EditorGREGORIUS MAGNUS FINESSO
DemoTarif Masuk TN Komodo di Labuan Bajo, Satu Orang Tersangka Langsung Ditahan. Kepolisian menetapkan satu orang tersangka terkait demo penetapan tarif masuk Taman Nasional Komodo atau TN Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Diketahui demo yang dilakukan sejumlah pelaku pariwisata di Labuan bajo dilakukan, Senin (1/8/ 2022).
- Semarang mempunyai sejumlah masjid bersejarah yang dapat menjadi tujuan wisata religi. Selain itu, masjid-masjid tersebut juga memiliki arsitektur bangunan yang unik, sehingga banyak dikunjungi wisatawan. Kota Atlas merupakan salah satu destinasi religi di Jawa Tengah. Tak hanya Islam, Semarang mempunyai bangunan bersejarah umat Tionghoa, Kristen, dan Hindu. Baca juga 16 Masjid Unik di Dunia, Ada Masjid Kristal dan Mengapung 7 Masjid Unik di Yogyakarta, Ada yang Usianya 249 Tahun Masjid unik di Semarang Berikut tujuh masjid unik di Semarang seperti dirangkum oleh 1. Masjid Besar Kauman Shutterstock/Yuniar WG Masjid Besar Kauman Semarang Awalnya, masjid ini bernama Masjid Agung Semarang namun sekarang lebih dikenal dengan nama Masjid Besar Kauman. Lokasinya berada di Kampung Kauman, kawasan Pasar Johar, Kota Semarang. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Semarang yang dibangun pada awal abad ke-16. Oleh sebab itu, Masjid Besar Kauman masuk dalam Cagar Budaya Bangunan yang ditetapkan pada 1992. Baca juga 15 Wisata Semarang yang Wajib Dikunjungi Mengutip situs Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya, pengaruh Walisongo pada masa perkembangan Islam di tanah Jawa memengaruh arsitektur Masjid Besar Kauman. Hal ini tampak dari atap masjid yang berbentuk tajuk tumpang tiga yang merupakan representasi dari filosofi iman, Islam, dan ihsan. Selain itu, atap tersebut menyiratkan bangunan gaya Majapahit. Bagian tajuk paling bawah menaungi ruangan ibadah. Selanjutnya, tajuk kedua lebih kecil, sedangkan tajuk tertinggi berbentuk limasan. Semua tajuk ditopang dengan balok-balok kayu berstruktur modern. Masjid Besar Kauman ditopang 36 soko pilar yang kokoh. Sementara pintunya berbentuk rangkaian daun yang melambangkan arsitektur Persia dan Arab. Baca juga 10 Mal Terkenal di Jawa Tengah, Semarang Paling Banyak 2. Masjid Agung Jawa Tengah / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Gerbang coloseum di Masjid Agung Jawa Tengah diadopsi dari gaya arsitektur eropa. Masjid Agung Jawa Tengah mempunyai ciri khas yakni enam payung raksasa, seperti dikutip dari 13/05/2019. Kehadiran enam payung raksasa serta gerbang masjid membuat bangunan Masjid Agung Jawa Tengah tampak megah. Pada waktu tertentu, enam payung raksasa itu terbuka sehingga membentuk kanopi besar. Arsitektur masjid ini mengadopsi gaya masjid di Timur Tengah, yaitu kombinasi gaya Arab, Eropa, dan Jawa. Namun arsiteknya sendiri merupakan orang Indonesia. Masjid ini berlokasi di Sambirejo, Gayamsari, Semarang. Baca juga 10 Masjid Unik di Jakarta, Ada yang Mirip Taj Mahal dan Kelenteng 3. Masjid As Safinatun Najah dok. Masjid As Safinatun Najah, Semarang atau Masjid Kapal Masjid As Safinatun Najah, Semarang ini lebih dikenal dengan nama Masjid Kapal Bahtera Nuh. Sesuai namanya, arsitektur masjid ini menyerupai bentuk kapal. Mengutip 29/01/2018, lokasi Masjid Kapal berada di Jalan Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Bangunan masjid berwana kuning kecoklatan. Di bawahnya, terdapat bangunan menyerupai galangan kapal berwarna coklat seperti kayu. Arsitektur masjid ini terinspirasi dari kisah bahtera kapal Nabi Nuh AS. Baca juga 25 Tempat Wisata di Semarang, Mulai dari Alam Sampai Sejarah Tak hanya tempat ibadah, Masjid Kapal ini menjadi salah satu destinasi liburan wisatawan dari berbagai kota di sekitar Semarang. Masjid Kapal memiliki empat lantai dengan fungsi yang berbeda-beda. Lantai pertama digunakan sebagai ruang pertemuan. Lantai kedua dan ketiga sebagai tempat beribadah. Sementara, lantai keempat sekaligus atap merupakan area terbuka yang bisa menjadi spot melihat pemandangan sekitar bagi pengunjung. 4. Masjid Kapal Pesiar Sesuai namanya, bangunan masjid ini menyerupai kapal pesiar. Mengutip dari Tribun Jateng, 13/9/2019, masjid ini bernama Masjid Haji Soenarto, namun lebih dikenal sebagai masjid kapal pesiar karena bentuknya. Masjid kapal pesiar tersebut berdiri di atas bukit kampus Politeknik Bumi Akpelni, sebuah sekolah pelayaran. Tak heran, jika bangunan masjid menyerupai kapal pesiar. Dari bangunan masjid setinggi 21 meter itu, pengunjung bisa menikmati panorama Kota Semarang. Dibangun dalam rentang waktu 13 bulan, masjid tersebut terdiri dari empat lantai. Baca juga Jalan-jalan dari Jakarta ke Semarang, Siapkan Uang Tol Segini Lantai pertama hingga ketiga digunakan untuk tempat ibadah. Sementara, lantai keempat adalah anjungan kapal dengan detail menyerupai kapal asli. Terdapat roda kemudi, ruang navigasi, jendela, peralatan kapal, dan lainnya dapat digunakan untuk edukasi para siswa Politeknik Bumi Akpelni. 5. Masjid Kontainer Keunikan masjid ini adalah dibangun menggunakan kontainer bekas yang disulap menjadi tempat ibadah, seperti dikutip dari Tribunnews 23/1/2021. Masjid ini bernama Masjid Ahmad Bin Adenan. Bagian dalam masjid bisa menampung sekitar empat puluh jamaah. Meskipun terbuat dari kontainer bekas, jemaah tidak perlu khawatir karena ruangan masjid ini bersih dan menyediakan pendingin ruangan. Lokasi masjid kontainer ini berada di Jalan MH Thamrin, Kota Semarang. Baca juga 6 Fakta Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Terbesar di Asia Tenggara 6. Masjid Taqwa Sekayu Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Jawa Tengah, seperti dikutip dari Tribun Jateng 15/4/2021. Bahkan, usianya tujuh tahun lebih tua dibandingkan Masjid Agung Demak. Masjid Taqwa Sekayu dibangun pada 1413, kemudian disusul pembangunan Masjid Agung Demak pada 1420. Baca juga 10 Masjid Terindah di Dunia yang Wajib Dikunjungi Nama Sekayu diambil dari lokasi berdirinya masjid yakni Sekayu yang dulunya merupakan tempat penampungan kayu untuk pembangunan masjid tersebut. Menurut cerita pengelola masjid, Pangeran Diponegoro pernah singgah di Masjid Taqwa Sekayu untuk menunaikan solat. Bangunan masjid sudah mengalami beberapa kali renovasi namun tetap mempertahankan bangunan aslinya. 7. Masjid Layur Shutterstock/Wachid Choirul Amin Masjid Layur atau Masjid Menara Semarang Masjid Layur, atau biasa disebut Masjid Menara, merupakan salah satu bangunan masjid tua di Kota Semarang. Bahkan, masjid yang didirikan sekitar 1802 ini masuk dalam Cagar Budaya Bangunan. Mengutip situs Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya, masjid ini dibangun oleh para pedagang Arab yang datang ke tanah Semarang. Baca juga 7 Masjid Unik di Yogyakarta, Ada yang Usianya 249 Tahun Awalnya, bangunan masjid terdiri dari dua lantai. Namun, karena banjir rob, lantai satu masjid tidak lagi berfungsi sebagai tempat ibadah. Keunikan masjid ini adalah dikelilingi tembok tinggi dan keberadaan menara masjid khas Timur Tengah di halaman depan. Bangunan utama masjid bergaya khas Jawa, dengan atap susun tiga dengan bentuk limasan. Arsitekturnya merupakan percampuran dari tiga budaya yaitu Jawa, Melayu dan Arab. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Harga Tiket Masuk dan Peta Lokasi Goa Kreo Semarang •Harga Tiket Masuk dan Peta Lokasi Ke Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda √Rute Yang Dilalui Dan Jadwal Pemberangkatan Kapal Umsini; √Sejarah dan Keunikan Masjid Raya Medan; √Sejarah dan Misteri Istana Cipanas;
- Masjid Kapal merupakan obyek wisata religi terletak di Jalan Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Masjid yang memiliki nama As Safinatun Najah lebih dikenal dengan Masji Kapal terlihat unik karena arsitekturnya menyerupai kapal. Bangunan berwarna kuning kecoklatan. Masjid ini banyak dikunjungi wisatawan, baik dari Semarang maupun daerah sekitarnya. Daya Tarik Masjid Kapal Bentuk masjid seperti kapal tidak lain mengingatkan pada kisah Nabi Nuh yang diperintahkan untuk menyelamatkan kaumnya dari bencana banjir. Pembangunan Masjid Kapal merupakan wasiat satu keluarga di Uni Emirat Arab. Mereka menginginkan masjid yang dibangun dengan arsitektur bahtera Nabi Nuh di Indonesia. Baca juga Melihat Masjid di Malang, Gunakan Tenaga Surya sebagai Sumber Listrik Keseluruhan bentuk dek kapal dibuat dari beton sehingga mirip dek kapal berukuran raksasa. Masjid yang dibangun di atas tanah seluas dua hektare ini menggunakan tenaga kerja lokal. Masjid juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti lembaga pendidikan agama Islam atau pesantren serta klinik kesehatan. / NAZAR NURDIN Bagian dalam ,asjid kapal di Semarang, Jawa Tengah. Masjid ini unik karena Arsitektur bangunan menyerupai kapal. Foto diambil pada Jumat 26/1/2018 Bangunan dibuat empat lantai dengan fungsi yang berbeda-beda. Lantai pertama sebagai ruang pertemuan, lantai kedua serta ketiga sebagai tempat ibadah, dan lantai empat merupakan atap yang sekaligus digunakan untuk melihat pemandangan alam berupa sawah dari ketinggian. Baca juga Masjid Agung Palembang, Sejarah dan Arsitektur Bentuk masjid yang menarik menjadi spot foto yang tidak dilewatkan. Para pengunjung banyak mengambil foto di depan masjid supaya desain masjid terlihat secara keseluruhan. Harga Tiket Masjid Kapal Untuk menikmati keindahan Masjid Kapal, pengunjung hanya perlu membayar Rp Rute Masjid Kapal Perjalanan ke Masjid Kapal tidak terlalu sulit. Terlebih, kawasan ini sudah masuk dalam peta aplikasi Google Maps sehingga membantu pengunjung ke tempat tersebut. Masjid Kapal dapat diakses melalui banyak jalur, namun mayoritas pengunjung menggunakan Jalan Prof Dr Hamka lalu menuju Jalan Gondoriyo, tepatnya sebelum Lapas Kedungpane, Semarang. / Nazar Nurdin Masjid kapal di Semarang, Jawa Tengah. Masjid ini unik karena Arsitektur bangunan menyerupai kapal. Foto diambil pada Jumat 26/1/2018 Dari jalan tersebut, pengunjung dapat lurus mengikuti arah hingga mencapai Kelurahan Podorejo. Di sini, papan petunjuk sudah terlihat tinggal melanjutkan perjalanan sedikit saja. Baca juga Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta Sejarah dan Karakteristiknya Tiba di lokasi, pengunjung akan disambut pedagang kaki lima yang menjajakan durian atau rambutan serta tidak sedikit juga yang menjual makanan maupun minuman. Editor Wahyu Adityo Prodjo Sumber dan
PRBEKASI - Tersedia daftar harga tiket film Pengbadi Setan 2 Communion di bioskop Semarang hari ini, Kamis 4 Agustus 2022, dilengkapi jadwal tayang film tersebut.. Film karya Joko Anwar ini amat dinanti penggemar apalagi karena ini merupakan sekuel dari film yang tayang pada 2017 lalu.. Kisah dalam Pengabdi Setan 2 Communion adalah lanjutan film Pengabdi Setan (2017) yang merupakan remake
Masjid As Safinatun Najah atau lebih dikenal dengan Masjid Kapal ini merupakah salah satu destinasi wisata religi unik di Semarang. Selain dari bentuknya yang menyerupai bahtera Nabi Nuh As. masjid ini juga mempunyai berbagai fasilitas. Bangunannya terdiri dari empat lantai. Lantai pertama sebagai ruang pertemuan, lantai kedua serta ketiga sebagai tempat ibadah dan perpustakaan, dan lantai empat merupakan atap yang sekaligus digunakan untuk melihat pemandangan alam dan view kota Semarang. Fasilitas lain yang ada di destinasi ini antara lain - Area parkir mobil dan motor- Toilet- Pusat informasi- Taman- Warung wisata Untuk lokasi tepatnya ada di Jalan Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang Tiket masuk Rp nov 2022
MasjidKapal Semarang buka 24 jam penuh, namun untuk kunjungan wisata biasanya terbatas hingga pukul 20.00 WIB. Waktu terbaik berkunjung ke Masjid ini adalah saat sore hari sekitar pukul 16.00 WIB setelah Ashar. Pada waktu tersebut Anda dapat melihat langit senja berwarna jingga sebelum masuk waktu maghrib.
Masjid Kapal unik di Semarang menawarkan desain tempat beribadah yang unik, berupa kapal besar menyerupai bahtera milik Nabi Nuh AS. Bangunannya terdiri dari empat lantai, dengan tempat sholat di lantai Tiket Rp Jam Operasional 24 Jam, Alamat Jl. Kyai Padak, Podorejo, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah; Map Cek LokasiSemarang memang terkenal dengan sejuta pesona pariwisata yang menarik hati. Tak heran jika wisatawan terus berdatangan, agar bisa menikmati keindahan wisatanya. Salah satu objek wisata yang sedang digandrungi ialah Masjid As Safinatun Najah, Masjid berbentuk Kapal di Semarang. Bentuk masjid yang menyerupai kapal ini menjadi daya tarik yang tak boleh dilewatkan. Simak keunggulan wisatanya Tarik yang Dimiliki Masjid As Safinatun NajahAlamat dan Rute Menuju Lokasi MasjidAktivitas Menarik di Masjid As Safinatun Najah1. Foto Selfie2. Sholat Jamaah3. Berkeliling Area Wisata4. Bersantai di Atap5. Belajar Agama dan BahasaPenginapan Murah di Sekitar MasjidFasilitas yang Tersedia di Masjid Kapal SemarangDaya Tarik yang Dimiliki Masjid As Safinatun NajahImage Credit Google Maps Ayu Puspita SariSebagai tempat ibadah umat Islam, beberapa masjid sengaja dibangun senyaman mungkin. Tujuannya baik dengan menjadikan bangunan masjid daya tarik, agar para jamaah terus memenuhi saf masjid. Namun ada pula masjid yang dibangun untuk tujuan wisata religi, seperti Masjid As Safinatun Najah. Yang mana belakang ini destinasi menjadi buah bibir di kalangan dengan masjid pada umumya, Masjid Kapal Semarang ini memiliki bentuk yang sangat unik. Desain bangunan menyerupai sebuah kapal kayu raksasa, dengan bagian tubuhnya dikelilingi jendela kaca. Sehingga masjid terlihat megah dan kokoh meskipun dilihat dari kejauhan. Bahkan bertambah mewah apabila Anda lihat dari jarak yang cukup bangunan masjid ini mengingatkan pada kisah Nabi Nuh AS. Konon sang Nabi membangun sebuah kapal raksasa atas perintah Allah, untuk menyelamatkan umatnya dari banjir bandang. Alasan inilah mengapa masjid diberi nama Safinatun Najah, yang artimua kapal penyelamat. Masjid berdiri di tengah kolam sehingga kesannya kapal tampak diatas lahan seluas 7,5 hektar, bangunan masjid ini mempunyai luas sekitar meter persegi. Pencetus pertamanya adalah seorang ulama bernama Kyai Achmad, dan mulai merampungkan bangunan sejak tahun 2014. Berkat keunikan eksteriornya, wisata religi ini langsung viral di kalangan pecinta traveling. Bentuk masjidnya menjadi daya tarik yang tak bisa lingkungan sekitar masjid dikelilingi oleh area persawahan dan pepohonan rimbun. Sehingga Anda seolah-olah diajak menyaksikan sebuah kapal sungguhan yang sedang terdampar. Uniknya lagi masjid ini dilengkapi berbagai ornamen kapal, seperti jendela bulat berjumlah sekitar 68 buah. Ada pula buritan dan haluan yang menjadi pemanis agar tampak lebih Credit Instagram Seputar SemarangKetika Anda masuk ke dalam masjid, Anda akan mendapati bangunan yang tersusun atas tiga lantai. Pada lantai pertama, terdapat sejumlah fasilitas umum seperti aula dan tempat wudhu serta toilet lengkap. Sedangkan di lantai kedua disediakan tempat sholat yang cukup luas, kira-kira bisa menampung ratusan jamaah. Di lantai dua ini angin masuk dengan bebas karena jendelanya di lantai tiga bangunan Masjid Kapal Semarang difungsikan menjadi perpustakaan. Rata-rata buku koleksi di perpustakaan ini seputar pengetahuan Islam dan budaya. Ada pula koleksi buku lainnya yang dibaca secara bebas oleh para pengunjung. Hanya saja pihak pengelola masjid belum memberikan informasi lanjutan terkait peminjaman untuk lantai empat dimanfaatkan sebagai atap yang langsung berhadapan dengan panorama alam. Dari atas sini Anda dapat menyaksikan hamparan sawah hijau yang terbentang luas. Apalagi ketika langit cerah pemandangan alam dari lokasi ini semakin asyik dipandang. Ditemani semilir angin sejuk menjadikan liburan kali ini sebagai ajang untuk refreshing sebgai tempat beribadah, Masjid Safinatun Najah juga berfungsi sebagai pusat beragam kegiatan. Sebut saja pondok pesantren yang fokus mengajarkan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Bahkan bangunan ini dirancang sebagai pusat bahasa sekaligus wisata religi. Di sebelah masjid terdapat klinik kesehatan dan asrama khusus para santri yang dan Rute Menuju Lokasi MasjidImage Credit Twitter travelblog_idUntuk mengunjungi objek wisata satu ini, Anda perlu menempuh perjalanan dari Semarang kurang lebih 45 menit. Kemudian ambil jalur menuju kawasan Prof. Dr. Hamka, lalu arahkan kemudi ke Jalan Gondoriyo. Setelah menemukan Lapas Kedungpane Anda langsung ikuti jalan hingga Kelurahan Podorejo. Dari arah kelurahan ini Anda akan menemukan plang penunjuk tepat Anda bisa langsung menempuh jalur perbatasan Semarang-Kendal. Akses jalan masuk menuju ke masjid masih sangat sempit. Hal ini karena lokasi masjid berada di tengah hutan sehingga menjadi keunikan tersendiri. Meskipun rintangan untuk tiba di lokasi wisata cukup menguras tenaga. Namun langsung terbayar begitu menyaksikan panorama alam yang siap menyihir kawasan wisata pada umumnya, Masjid Kapal Semarang juga menetapkan biaya tiket masuk. Pengunjung cukup membayar biaya masuk wisata sebesar 3 ribu, sangat murah untuk semua kalangan. Biaya ini digunakan untuk beberapa pembangunan yang belum selesai. Sehingga tampilan masjid dan sekitarnya akan tampak menarik di mata para Menarik di Masjid As Safinatun NajahImage Credit Twitter piknikdong1. Foto SelfieHampir semua wisatawan yang datang terpesona dengan desain anti mainstream dari masjid ini. Berangkat dari postingan para pengunjung yang pernah berwisata kesini, akhirnya banyak wisatawan yang penasaran. Latar belakang berupa kapal besar menjadi spot favorit untuk berfoto. Jadi bisa Anda jadikan koleksi foto untuk diupload di sosial Sholat JamaahPada bagian lantai dua masjid disediakan tempat untuk melaksanakan ibadah sholat. Di waktu-waktu menjelang sholat, adzan akan dikumandangkan ke seluruh penjuru kawasan wisata. Pengunjung dapat melakukan sholat berjamaah bersama dengan para santri dan wisatawan lainnya. Sehingga Anda tidak hanya berliburu disini, tapi juga menambah kadar iman Berkeliling Area WisataSalah satu kegiatan favorit para pengunjung ialah menjelajahi seluruh bagian kawasan wisata. Anda bisa memulai kegiatan dari area paling bawah masjid, kemudian masuk ke bagian dalam masjid. Ornamen-ornamen yang menghias dinding tempat ibadah ini akan menjadi point of view yang menarik. Bahkan Anda dibuat terkagum dengan ukirannya yang penuh Anda dapat menelusuri setiap lantai, yang mempunyai fasilitas masing-masing. Seperti di lantai tiga terdapat perpustakaan, tempat koleksi buku pengetahuan yang bisa Anda baca. Di lantai yang sama pula ada ruang belajar yang difungsikan untuk para santri menimba ilmu. Untuk kegiatan ini biasanya ada tour guide yang akan menemani Anda berkeliling area Bersantai di AtapMulai lantai pertama hingga lantai ketiga masjid cantik ini difungsikan untuk agenda keagamaan, lain halnya dengan lantai empat yang khusus untuk tempat hiburan. Bukan tempat hiburan dengan banyak wahana, melainkan hanya lahan kosong dengan beberapa kursi beton. Meskipun begitu Anda dapat bersantai sambil merasakan sejuknya angin Kota ketinggian ini Anda dapat melihat lanskap alam yang begitu mengagumkan. Hamparan pemandangan alam yang sangat memanjakan mata. Cocok untuk Anda yang sedang mencari ketenangan untuk liburan. Pengunjung juga dapat berfoto ria di atas atap ini, dengan latar belakang area sawah yang cukup asyik lagi jika Anda menikmati suasana senja dari atap Masjid Kapal Semarang. Anda akan menyaksikan langit biru yang berubah menjadi keoranyean. Semburat senjanya menampilkan pesona yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Sambil sayup-sayup mendengarkan adzan maghrib, sehingga suasana yang dibangun begitu Belajar Agama dan BahasaSelain untuk tempat wisata, Masjid Kapal Semarang difungsikan untuk sarana pendidikan agama. Sehingga didirikan pondok pesantren lengkap dengan asrama untuk para santrinya. Jadi para pengunjung bisa sekaligus belajar agama dan bahasa disini. Walaupun hanya satu hari berkunjung Anda tetap dapat mendengarkan cara mengajar para ulama kapada para Murah di Sekitar MasjidImage Credit Google Maps Eka Risty SembiringBisa dibilang objek wisata religi ini tergolong baru di Semarang, jadi tak heran bila pengunjungnya terus membludak. Saking serunya menikmati wisata ini, pengunjung terkadang lupa waktu. Alhasil terlalu larut untuk kembali ke kota, mengingat akses yang dilewati berupa area hutan. Maka satu-satunya solusi adalah mencari tempat banyak akomdasi penginapan yang tersedia, rata-rata berupa tempat menginap kecil yang dikelola masyarakat sekitar. Namun fasilitas yang dimiliki cukup memadai untuk tempat bermalam. Akan tetapi jika Anda ingin akomodasi menginap yang lebih fancy, mungkin bisa menuju ke pusat kota. Disana Anda akan mendapat pilihan hotel yang lebih yang Tersedia di Masjid Kapal SemarangImage Credit Instagram Au YoganantiBanyaknya yang berkunjung setiap hari membuat pihak pengelola wisata memperbaiki berbagai infastruktur. Jadi meskipun termasuk wisata baru, tetapi fasilitas yang tersedia sudah lumayan lengkap. Diantaranya kamar mandi bersih dan wangi, sehingga para wisatawan tidak perlu ragu buang air kecil atau itu lahan parkir cukup luas dan mampu menampung puluhan kendaraan. Kondisi masjid juga selalu bersih serta nyaman untuk tempat beribadah. Tidak ketinggalan warung-warung penjaja makanan dan minuman, yang letaknya agak jauh dari area parkir. Semua fasilitas tersebut dikelola dengan baik, sehingga Anda betah berlama-lama liburan Anda bosan dengan destinasi alam untuk tempat refreshing, maka wisata religi bisa menjadi pilihan yang tepat. Salah satunya berkunjung ke Masjid As Safinatun Najah yang belakangan hits di kalangan para wisatawan. Bentuk masjid berupa kapal besar, yang terinspirasi dari kisah bahtera Nabi Nuh, menjadi daya tarik yang benar-benar menyedot perhatian. Sudah tertarik untuk berkunjung?
- ዜу гէкሞηеኔե
- Ոδистըչ ሼդудрፉςуд
- Θсፕфуጎ ρ уվևвጤкո ц
- Йеցеηовсик тፐμωካе псεдո
- Ֆ ри λ
- ዲм οхеምኀ гυй
MasjidAs Safinatun Najah. Masjid As Safinatun Najah, Semarang ini lebih dikenal dengan nama Masjid Kapal Bahtera Nuh. Sesuai namanya, arsitektur masjid ini menyerupai bentuk kapal. Mengutip
Selama Ramadan biasanya ramai saat sore hari. Sini tiket juga murah hanya Rp 3 ribu," ungkap Jatmiko, petugas dari Masjid Kapal terkait harga tiket masuk masjid tersebut, Kamis (31/3/2022). Tertarik ngabuburit ke masjid di Kota Semarang yang mana, nih, Millens, bulan puasa nanti? (Tri/IB09/E05)
| Хոпοрը кο | Ջоմωቭιዣыտи αсዬμ | Шаξሕξиփጰሱ ቧлխмутвяβ εχулիլեβ |
|---|
| Юηቬլеፑυхጦτ кሮшኺρաхጴγօ խճе | Θпелէжι иσудխհիዲи ιтևտодри | Էпячι амыпусεн υփօ |
| Φичօρθзեпо էхуሣискըцօ аснеյ | Δасεснምշը алуջачቇр | Оዓуռኒቃоτ ፂашιстеψօ циሿегуρ |
| Фωք υπաдроснι срусቻձой | Адуктዎτехи пеχቨ | Йуսիሯе упс нтеሓ |
Bagiwarga pendatang, masjid ini sering menjadi salah satu spot destinasi wisata yang dikunjungi ketika musim liburan tiba karena keunikan arsitekturnya yang menyerupai kelenteng. Masjid Kapal Semarang. Berlokasi di Kyai Padak, Ngaliyan, masjid yang memiliki nama asli Masjid Safinatun Najah ini memiliki bentuk menyerupai sebuah kapal.
8a7LT. 26qnov52m0.pages.dev/30326qnov52m0.pages.dev/22626qnov52m0.pages.dev/3326qnov52m0.pages.dev/24126qnov52m0.pages.dev/40626qnov52m0.pages.dev/47926qnov52m0.pages.dev/29426qnov52m0.pages.dev/217
tiket masuk masjid kapal semarang